Rabu, 28 Maret 2012

Proses Pengisian Bahan Bakar Untuk Roket

Korea Utara telah memulai proses pengisian bahan bakar untuk roket untuk peluncuran yang dianggap Barat sebagai tes rudal, surat kabar Jepang melaporkan, Kamis (29/3/2012), setelah mengutip sumber "dekat dengan pemerintah" Pyongyang. Peluncuran (roket) itu kian dekat. Kemungkinan besar peluncuran itu akan dilakukan pada 12 atau 13 April," kata sumber itu menurut Tokyo Shimbun dalam sebuah laporan dari Seoul.

Surat kabar itu mengutip sumber yang mengatakan Korut sudah mulai menyuntikkan bahan bakar cair ke dalam roket tersebut. Koran itu juga melaporkan, sebuah sumber diplomatik membenarkan bahwa Korut telah memindahkan roket itu ke tempat peluncurannya di Tongchang-ri, di barat laut negara itu.

Laporan itu terbit setelah Korut menegaskan, Selasa (26/3/2012), negara itu akan tetap melanjutkan rencana peluncuran "satelit", mengabaikan seruan Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk membatalkannya. Korut juta menuduh Obama memiliki "pola pikir konfrontatif".

AS menunda rencana pengiriman bantuan makanan pada Korut dan mengatakan negara itu telah melanggar janji untuk menghentikan rencana peluncuran rudal. Seorang pejabat Pentagon mengatakan, Korut tidak bisa dipercaya untuk memberi bantuan pada pihak lain yang membutuhkan. Negara-negara Barat dan negara-negara tetangga Korut mendesak Pyongyang untuk menghentikan peluncuran roket, yang dinilai sebagai upaya untuk mencoba uji coba teknologi rudal balistik.

Senin, 26 Maret 2012

Pasangan Suami Istri Menimbun BBM

Aparat kepolisian Resor Bone mengamankan pasangan suami istri,Saleh dan Duniati,warga Desa Patirowalio, Kecamatan Libureng, yang diduga menimbun bahan bakar minyak. Pasangan suami istri ini ditangkap di Libureng, Minggu (25/3) malam. Dari Saleh dan Duniati, polisi mengamankan empat drum solar atau sekitar 620 liter dan 305 liter bensin yang tersimpan di lima jeriken. Kapolres Bone AKBP R Andria Martinus mengatakan, pihaknya akan memanggil Kepala Desa Patirowalio Muh Aras terkait penerbitan izin pembelian BBM yang dilakukan Saleh dan Duniati. Mereka ditangkap karena tak memiliki izin dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral sebagai pengecer BBM.

“Dia (Saleh) hanya memiliki surat izin usaha sebagai pengecer pupuk. Kami akan panggil kepala desanya untuk dimintai keterangan,” kata Andria. Selain mengamankan Saleh dan Duniati, polisi juga menyita 11 surat izin yang dikeluarkan kepala desa setempat untuk membeli BBM. Surat izin tersebut diduga sering disalahgunakan. Kepala ESDM Bone Andi Sayuti Haidar mengatakan, untuk menjual BBM, masyarakat harus mengantongi izin dari instansi yang dipimpinnya.

Minggu, 25 Maret 2012

Pengunjuk Rasa Dari Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia

Pengunjuk rasa dari Badan Komunikasi Pemuda Masjid Indonesia (BKPRMI) Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan pertunjukan teatrikal "SBY" membagi-bagikan uang kepada masyarakat sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.

Dalam orasinya, "SBY" (palsu) itu mengatakan, kenaikan BBM untuk menguntungkan pihak asing. "Saya tetap akan menaikan BBM, saya tidak peduli aksi demonstrasi karena telingaku tertutup tembok istana," kata orator yang menggunakan topeng SBY, dalam orasinya di depan Kantor Pos Besar Yogyakarta, Kamis (25/3/2012).

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat BKPRMI Ali Mochtar Ngabalin mengatakan, rencana kenaikan BBM akan hanya menyengsarakan rakyat dan pada akhirnya akan memperbanyak jumlah kemiskinan di Indonesia.

"Tolak kenaikan BBM. Tiga puluh juta warga Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Rencana kenaikan harga BBM telah memicu kenaikan harga sembako yang menyebabkan masyarakat semakin menderita, anak-anak terancam terputus sekolah, dan sektor industri kecil bangkrut," kata Ali Ngabalin.

Menurut Ngabalin, pemerintah seharusnya menurunkan harga BBM. Namun, pemerintah harus membersihkan korupsi dan mengambil alih eksploitasi minyak bumi dan gas alam dari tangan perusahaan-perusahaan asing. Selain itu, pemerintah harus menghemat belanja di departemen-departemen dan lebih fokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," kata dia.
 
 
Copyright © 2013 Brajag All Rights Reserved.
Animal World