Rabu, 25 Januari 2012

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memamerkan mobil yang sudah dipasangi konverter kit murah. Harga alat pengubah konsumsi bahan bakar minyak ke gas ini ditaksir hanya Rp9 juta per unit jika sudah diproduksi secara massal.

"Sekitar Rp9 juta, tergantung dari bahan, karena lebih banyak komponennya impor," kata Peneliti dari Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatonik LIPI, Agus Hartanto, ketika berbincang dengan media, di Jakarta, Rabu, 25 Januari 2012.

Menurut Agus, LIPI sudah melakukan penelitian terkait perekayasaan dan pengujian konverter kit beserta sistem kontrol dan monitoring kinerja sejak 1988. Namun, penelitian itu terhenti sementara hingga akhirnya dimulai kembali ketika pemerintah memutuskan untuk menggelar konversi BBM ke gas.

"Awalnya dicoba di laboratorium, tidak dipasang karena programnya tidak tahu bagaimana. Ini dipasang sudah seminggu," ungkapnya.

Dia mengatakan, untuk melakukan penelitian ini, LIPI telah mengeluarkan dana lebih dari Rp200 juta. Namun, Agus yakin penelitian itu tidak akan sia-sia karena memang akan berguna dalam membantu proses konversi.

Pada konverter kit buah karya LIPI ini, Agus melanjutkan, sebagian besar komponen memang masih impor. Hal itu menyebabkan harganya menjadi lebih mahal yaitu sekitar Rp9 juta dibandingkan alat serupa produksi Universitas Gadjah Mada. Namun, Agus menegaskan, jika sudah dipasang konverter kit justru akan lebih menghemat anggaran kendaraan.

Garuda Indonesia

Garuda Indonesia Rabu (25/1/2012), menerima penghargaan sebagai "Indonesia Most Admired Companies" dari Majalah Fortune Indonesia, majalah terbitan Kompas Gramedia. Penghargaan "Indonesia Most Admired Companies" diserahkan oleh Pemimpin Redaksi Majalah Fortune Indonesia JB Soesetiyo dan diterima oleh Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Hadinoto Soedigno di Upperroom Wisma Nusantara, di Jakarta.

Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Hadinoto Soedigno menyampaikan bahwa perolehan penghargaan ini merupakan suatu prestasi yang membanggakan bagi Garuda Indonesia. Penghargaan ini menunjukkan bahwa segala upaya peningkatan layanan dan transformasi perusahaan yang dilakukan Garuda memberikan hasil yang baik, termasuk berupa persepsi dan apresiasi yang positif dari masyarakat" tambah Hadinoto.

"Indonesia Most Admired Companies", merupakan hasil survei, penelitian, serta penilaian masyarakat terhadap perusahaan di Indonesia, meliputi aspek leadership, sistem manajemen, inovasi, kinerja finansial, Corporate Social Responsibilities (CSR), pengembangan SDM, kemampuan perusahaan dalam 'going global', dan pengembangan manajemen tim. Selain Garuda Indonesia, beberapa perusahaan lain yang juga menerima penghargaan "Indonesia Most Admired Companies" antara lain Unilever, Bank Mandiri, Telkom, Medco, BRI, Indosat, Aneka Tambang, dan BCA.

Rabu hari ini, Garuda juga menerima penghargaan pada acara "Asiamoney Corporate Governance Poll 2011" sebagai "Best Overall Company for Corporate Governance di Indonesia. Garuda memperoleh predikat sebagai 'Best for Responsibilities of Management', 'Best Shareholder's Rights and Equitable Treatment' dan ' Best for Best Investor Relations'.
Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Strategi, Pengembangan Bisnis dan Manajemen Resiko PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Achirina pada acara Indonesia Awards Dinner di Grand Ballroom Hotel Grand Hyatt Jakarta.

Achirina mengatakan, bahwa terpilihnya Garuda sebagai penerima ke tiga award tersebut merupakan bukti pengakuan atas komitmen pelaksanaan Good Corporate Governence (GCG) Garuda Indonesia yang dilaksanakan secara konsisten. Terlebih lagi sebagai perusahaan terbuka, Garuda harus senantiasa transparan dan menunjukkan performa terbaik perusahaan" tambah Achirina.

Senin, 09 Januari 2012

Panitia Khusus Kasus Korupsi

DPRD Kabupaten Gorontalo sedang mendorong dibentuknya panitia khusus kasus korupsi pembangunan mal dan obyek wisata Pentadio Resort tahun 2003 di Gorontalo. Menurut beberapa anggota dewan, ada kejanggalan dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebanyak Rp 1,2 miliar ini.

"Sementara ini, kami sedang melakukan lobi-lobi kepada beberapa rekan anggota dewan antar fraksi untuk mendorong dibentuknya panitia khusus kasus korupsi pembangunan mall dan obyek wisata Pentadio Resort," kata anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Umar Karim, dari Partai Amanat Nasional, Selasa (10/1), di Gorontalo.

Umar menambahkan jika ada kejanggalan dalam kasus ini. Menurut dia, polisi harus mengusut tuntas kasus korupsi yang diduga melibatkan beberapa pejabat. Sejauh ini, dari unsur pejabat, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gorontalo ketika itu, Haris Nadjamuddin, telah ditetapkan sebagai terdakwa dan menunggu putusan kasasi Mahkamah Agung.

Desakan pengusutan tuntas kasus korupsi tersebut juga dilontarkan mahasiswa Universitas Gorontalo yang berunjuk rasa di Markas Kepolisian Daerah Gorontalo dan kantor DPRD Kabupaten Gorontalo kemarin (Senin, 9/1). Bahkan, dalam unjuk rasa yang berakhir ricuh di kantor DPRD itu, mahasiwa sempat 'menghadiahi' polisi dengan celana dalam wanita dan kutang sebagi simbol kekecewaan.

Kasus ini berawal dari pembangunan mall Gorontalo dan obyek wisata Pentadio Resort di Gorontalo pada 2003 senilai Rp 16 miliar. Dari hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangungan Perwakilan Gorontalo, terdapat potensi kerugian keuangan negara sebanyak Rp 1,2 miliar.
 
 
Copyright © 2013 Brajag All Rights Reserved.
Animal World